Rabu, 02 Mei 2012

Akhirnya, Lampung akan Memiliki Institut Teknologi Sumatra (ITS)


ITS Jadi Harapan Nyata

LampungPost.com
PEMBANGUNAN infrastruktur masih menjadi kendala. Salah satunya, jaringan jalan, terutama keandalan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) untuk meningkatkan keterhubungan wilayah masih banyak problem.

Kondisi seperti ini mengakibatkan perekonomian lokal tersebut tidak bisa tumbuh lebih cepat karena kurang didukung sarana dan prasarana transportasi yang andal, menghubungkan antarwilayah tersebut. Selain itu, pertumbuhan ekonomi menjadi kurang berkualitas sehingga tidak terjadi pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.


Selain itu, banyak sekali potensi-potensi alam yang cukup besar di Sumatera, khsususnya di Lampung yang belum tergali secara optimal seperti panas bumi, sumber daya alam tambang, pertanian, perkebunan, dan lainnya. Akibatnya sejauh ini belum memberikan manfaat apa-apa bagi masyarakat. Ini lebih diakibatkan keterbasan sumber daya manusia.

Namun, kini ada harapan untuk dapat memanfaatkan sumber daya alam tersebut secara optimal dengan akan dibangunnya Institut Teknologi Sumatera (ITS) di Lampung.

Pembangunan ITS sudah dimulai dengan ditekennya nota kesepahaman (memorandum of understanding-MoU) oleh Rektor ITB Profesor Akhmaloka, Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P., dan Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza di Dirjen Dikti, Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (28-4).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M. Nuh mengatakan ITS rencananya mulai dibangun pada Agustus 2012 dengan anggaran dari APBN senilai Rp65 miliar dan ditargetkan selesai 2014.

ITS akan terdiri atas enam fakultas di dua lokasi, yakni di lahan eks PTPN VII seluas 200 ha dan di Purwotani, kota baru, seluas 500 ha. Lampung dipilih sebagai lokasi pembangunan Institut Teknologi Sumatera (ITS) untuk mendukung percepatan pembangunan ekonomi Sumatera.

"Lampung dipilih karena letaknya yang strategis dan Lampung merupakan bagian dari pengembangan koridor ekonomi Sumatera. Akan ada banyak pembangunan pada koridor ini," ujar Nuh saat dihubungi Lampung Post, Jumat (27-4).

Pengembangan koridor ekonomi Sumatera itu, kata dia, dituangkan dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), seperti pembangunan jembatan Selat Sunda dan kawasan industri.

Diharapkan ITS bisa melahirkan para ahli yang mampu mendukung pembangunan ekonomi Sumatera di bidang infrastruktur, pertanian, pengelolaan hasil bumi, energi, dan mineral.

Harapan tersebut sebenarnya tidaklah berlebihan. Harapan itu benar-benar nyata. Pesatnya pembangunan Lampung tinggal menunggu waktu. Bakal muncul ahli-ahli teknologi yang dapat mengeksplorasi berbagai potensi yang ada di wilayah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar